MalangNya Nasib Masyarakat Miskin

Malangnya Nasib Rakyat Kecil – RS Tolak Pasien Miskin
Program Jaminan Kesehatan Setiap di Daerah Kota atau Kabupaten masih ditolak Rumah Sakit,. Sejumlah pasien melaporkan penolakan ini ke bagian verifikasi program Jamkesda Dinas Kesehatan. ”Penolakan program Jamkesda banyak yang mengatakan karena utang yang belum terbayar. Kami tidak dapat membayar utang tersebut karena belum ada kerja sama emang siapa sih yang harus sakit justru itu harus ingat makin banyak penyakit makin banyak pula Dokter itu kan ujian dari Alloh swt. Kalau harus dibilang belum ada kerja sama itu gimana Nyawa dulu atau kerjasama dulu, ini juga sebagai tanda KIAMAT” tutur Penulis yang menyadur Tajes di Rancaekek Bandung, Jawa Barat. Jadi Pemerintah jangan dulu perhitungan Hutang Piutang dulu kalau si Pasien sudah keadaan Sekarat cuba sebagai Manusia apalagi Dokter, jadi berbuatlah sedikit amal untuk tolong menolong. Emang dulu thn 66 ga banyak kok yang sakit sampai jaman ORDE BARU Kenapa sekarang banyak masyarakat yang MISKIN terus Sakit? Karena kekurangan GIZI kalau BALITA tapi kalau orang DEWASA dikarenakan banyak dispresi karena Pemerintah sekarang banyak yang terlalu birokrasi, terus banyak DOKTER yang hanya sekedar begitu saja memeriksa apalagi PUSKESMAS ga sesuai namanya sepertinya Pelayanan kurang, contoh Penulis sendiri yang mengalami sakit Komplikasi itupun ga di periksa hanya menyarankan uda suruh ke RS itu salah satunya. Apalagi masih berutang Rp 2,7 miliar ke Rumah Sakit (RS) terkait dengan klaim Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi yang menjalani perawatan pada Maret–September 2010. Hanya mau melayani peserta Jamkesda tahun lalu yang belum selesai proses perawatan kesehatannya. Pemerintah harus mengingatkan, rumah sakit mana pun harus mau menerima pasien miskin, terlebih lagi rumah sakit pemerintah. Hal ini tertuang dalam Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit yang mengatur tentang kewajiban rumah sakit. Salah satu kewajiban rumah sakit adalah melaksanakan fungsi sosial dengan memberikan fasilitas pelayanan kepada pasien miskin. ”Meskipun belum ada kesepakatan kerja sama, kami tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta Jamkesda. Menurut dia, memang ada pasien yang harus kembali, tetapi bukan akibat penolakan, melainkan ada syarat administratif yang harus dibenahi pasien. Ya namanya juga sakit rawat dulu aja baru Administrasinya dilengkapi. tetapi pasien harus memperbaiki penjaminannya ke Pemkot. Kerja sama pelayanan peserta Jamkesda Kota atau Kabupaten dengan RS terganjal masalah plafon. RS mengacu pada prinsip kerja program Jaminan Kesehatan Nasional yang tidak membatasi plafon perawatan pasien. Sementara Jamkesda membatasi plafon perawatan Rp 100 juta per orang per tahun. Jadi tolonglah RS manapun kalau urusan nyawa atau darurat tolonglah lebih dulu jangan sampai pasien sudah meninggal baru banyak alasan. Seperti Yayasan di Kab Bandung masih banyak dokter yang di panggil mengatakan tidak bisa kalau si pasienNya sudah parah, apalagi Dokter 24 jam tapi kenyataanya hanya tulisan belaka. Seperti di salah satu RS yg terkenal di Bandung waktu itu Penulis dan Istri (ALM) di ruang UGD ternyata dokternya juga ga ada akupun berusaha pada Perawat untuk menelpon DokterNya itu kan lucu, disamping itu ada RS memasang PIN, Senyum, Salam, Sapa, untuk semua. Tetapi Jaman sekarang setiap pelayanan kalau melihat orang itu kelihatan berduit selalu sopan. Tetapi sebaliknya hampir rata2 kurang “ Contoh PT KAI, PUSKESMAS, Bahkan di setiap Kantor Kepolisian, atau Kantor KELURAHAN khususnya yg dibagian Informasi atau Loket, Anehnya lagi di Kejaksaan makin parah. Ya mudah2 program pemerintah sekarang yg disampaikan oleh pemerintah ada kartu sakti, tapi mohon disampaikan atau disosialisasikan kegunaanya, jangan sampai yang memegang kartu sakti yidak mengerti jalurnya, apakah kegunaannya dan manfaatnya tetapi kalau ada kesulitan kita harus mengadu pada siapa yang kami takutkan lebih parah lagi tentang birokrasinya

One comment

  1. Sebaiknya pemerintah harus lebih memperhatikan rakyat miskin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: