Darah FKPPI

Darah FKPPI adalah pembangunan. Karakternya terus-menerus membangun negeri kita menuju keadaan yang lebih baik, meskipun selalu ada masalah, ada dinamika, ada gonjang-ganjing, tetapi membangun negara satu hari pun nggak boleh berhenti, tidak boleh absen. Nah, disitu FKPPI juga terus-menerus ikut dalam pembangunan bangsa. Di Pusat maupun di Daerah, bahkan saya kira banyak putra-putri FKPPI yang berada di luar negeri, lakukan hal yang sama untuk negara kita. Pertanyaannya adalah, adakah peran seperti itu dapat dipertahankan, dapat diaktualisasikan? Jawabannya adalah pada FKPPI sendiri. Dapatkah diteruskan itu? Dapatkah diaktualisasikan? Insya Allah kalau tekadnya kuat Tuhan kasih jalan untuk FKPPI. Demokrasi yang kita tuju dan kita bangun bukanlah demokrasi yang absolute liberal. Kebebasan di atas segalanya dan tidak menyisakan harmoni. Kebebasan yang tidak disertai dengan etika dan moral dan tanggung jawab. Bukan itu. Meskipun kita sepakat kebebasan harus hadir. Kebebasan pers, hak azasi, semua harus hadir karena kalau itu tidak muncul bangsa itu merugi dan masa depannya tidak cerah. Namun demikian demokrasi harus bergandengan dengan rule of law, harus bergandengan dengan harmoni di antara kita semua. Demokrasi itulah yang hendak kita bangun. Saya tidak bermaksud menamai demokrasi apa. Dulu ada istilah demokrasi terpimpin, demokrasi Pancasila, demokrasi proporsional dan seterusnya. Saya mengatakan ya demokrasi yang hendak kita bangun bersama. mari kita menuju ke situ. Bangsa yang majemuk, bangsa yang tentu memiliki sumber-sumber barangkali konflik, yang mudah-mudahan kita jadikan kekuatan bukan kelemahan, itu tidak boleh tidak menyisakan harmoni, kerukunan, persaudaraan, persatuan, dan tidak boleh diwarnai hanya kebebasan yang mutlak dalam kesehariannya. 30 tahun orang tua mengabdi di TNI, tidak mungkin, disamping mengingkari sumpah kepada Undang-Undang Dasar, juga tidak mungkin kita lepas satu jengkal tanah pun di negeri ini. Caranya bagaimana? Banyak, caranya, war is continuation of politic by other means, war is the last reason in defending national interest. Artinya perang adalah kelanjutan dan politik dengan cara lain, perang adalah jalan terakhir yang kita lakukan untuk mencapai kepentingan nasional. Kalau masih dengan diplomasi bisa, diplomasi. Kalau masih bisa dengan negosiasi bisa, negosiasi. Kalau nggak bisa ya perang. Itulah semboyan FKPPI. FKPPI  ingin menjalankan politik bebas dan aktif. ingin menjalankan all direction foreign policy, FKPPI ingin yang benar-benar fair, adil, mendatangkan manfaat, mendatangkan keuntungan, benefit, mendatangkan atau memenuhi kepentingan nasional. Tidak mungkin kita kerjasama dengan satu idiologi yang merugikan kita, pegang itu, tidak mungkin. Oleh karena itulah kita lakukan kerjasama sebaik-baiknya dan saudara-saudara supaya tahu kita ini punya prinsip yang kuat karena FKPPI mempunyai jiwa Patriotisme demi kebersamaan transparan dan tidak mempunyai jiwa yang mengkianati sesama anggota. Tegas FKPPI Rayon Rancaekek Kab Bandung. Tapi Akoe sekarang aktip di Rayon Jatinangor guna untuk mencari jati diri yang kuat dan pengalaman.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: