STRATEGIS DAERAH Rancaekek

“Suara Rancaekek”

Oleh : Tajes
Mencermati secara langsung perkembangan situasi dan kondisi Rancaekek dalam beberapa tahun ke belakang, maka untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Rancaekek tahun 2007-2013 perlu rumusan strategis untuk mendapat perhatian khusus, antara lain:

Pendidikan dan ketahanan budaya
Upaya pendidikan dalam meningkatkan pemerataan, aspek mutu, dan tata kelola pendidikan belum mencapai hasil yang optimal. Beberapa hal yang menyangkut mutu dan relevansi pendidikan dan Kemiskinan perlu menjadi perhatian khusus untuk, tahun 2013 yang akan datang antara lain yaitu profesionalisme guru,

kesejahteraan guru, kurikulum berbasis kompetensi, globalisasi, teknologi informasi, kerjasama dengan dunia usaha dan industri dalam bidang pendidikan.
lingkungan hidup merupakan keberhasilan Pemerintah Daerah tersebut, namun dalam pelaksanaan di sekolah-sekolah masih tersendat.
Juga beberapa hal yang menyangkut tentang tata kelola pendidikan perlu disoroti secara seksama, antara lain yaitu manajemen berbasis sekolah, standarisasi pelayanan pendidikan, partisipasi masyarakat, sistem informasi pendidikan.
Kearifan lokal perlu diangkat dalam dunia pendidikan, mengingat belakangan ini semakin berkurang nilai-nilai agama dan budaya di kalangan generasi muda. Hilangnya nilai-nilai luhur dan jati diri akan menjadi kerugian yang teramat besar bagi generasi yang akan datang.

 Apalagi dalam segi Kesehatan

Kesehatan di Rancaekek perlu dianalisis berdasar teori, yaitu didasarkan kepada konsep penyebab, kondisi lingkungan hidup.

Hal yang paling menonjol hingga saat ini adalah tentang masalah perilaku tidak sehat warga sehingga lingkungan-pun menjadi buruk, misalnya dalam mengelola sampah rumah tangganya. Menurut pengamatan, sekitar 90% warga Rancaekek tidak peduli dengan sampahnya.
Rendahnya derajat kesehatan masyarakat miskin disebabkan karena rendahnya akses terhadap layanan kesehatan dasar dan juga tidak terlepas dari aspek rendahnya pendidikan lingkungan. Adanya Forum RW dan LSM yang merupakan “political will” pemerintah tahun lalu dengan konsep berbasis masyarakat, perlu lebih ditingkatkan dalam implementasinya.

Pelayanan infrastruktur Daerah
Pada aspek transportasi, model pelayanan dengan angkutan yang semakin banyak dan melebihi

kapasitas, telah membuat lalu lintas tidak teratur dan macet. Apalagi ketika peluang kepemilikan kendaraan bermotor roda dua semakin mudah, dan hampir seluruh warga Rancaekek memilikinya, maka dampaknya lalu lintas semakin semrawut.
Perlu dipikirkan di Daerah RTC Dangdeur makin membludak yang berjualan di Depan RTC sampai masuk di jalan Raya, apalagi di Daerah Pintu Kereta Api selalu mengganggu arus jalan dikarenakan Angkot yang ngetem sepertinya tidak pedulikan kendaraan yang lain jadi “grand design” transportasi yang nyaman, aman. Disamping itu harus ada insentif dan diinsentif kepada setiap pemakai jalan. Seiiring dengan masalah ini, kenyamanan pejalan kaki juga harus ditingkatkan, yaitu dengan lebih meningkatkan sanksi-sanki kepada PKL atau Angkot bahkan warung tenda jalanan yang terkesan semakin liar.
Dalam hal pemeliharaan jalan juga harus dipikirkan mengenai aspek drainase pinggir jalan yang nampaknya belum mendapatkan perhatian khusus. Hampir 75% jalan di Rancaekek sudah dibeton sepertinya belum satu tahun sudah banyak yang berlobang, disamping itu tidak memiliki drainase yang berfungsi. Antara drainase yang tidak baik, bahkan perilaku warga yang membuang sampah seenaknya, bermuara pada bencana banjir yang datang secara rutin di musim hujan.
Pada aspek air untuk warga, semakin harus mendapat perhatian. Saat ini rata-rata warga Rancaekek hanya mendapatkan air sebanyak 45 liter/orang/hari, sedangkan kebutuhan air sangat dibutuhkan. Kerusakan lingkungan kawasan Rancaekek, terutama di Kawasan Industri merupakan penyebab hilangnya ketersediaan air bersih, disamping memang kebutuhan warga semakin besar, karena jumlah penduduk yang semakin banyak. Budaya panen air

hujan yang disimpan dalam tampungan khusus di setiap permukiman perlu segera disosialisasikan. Karena Daerah Rancaekek Air Sudah bercampur limbah pabrik ini masalah yang sangat krusial Penyedotan air tanah secara berlebihan juga harus mendapat perhatian khusus dalam menanganinya.

Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan
Rancaekek terletak di dalam Cekungan Topografi Bandung dan sekitarnya. Sirkulasi udara sangat berbeda dengan Daerah lain dataran rendah atau pantai. Aliran udara lebih dominan dari pada aliran udara biasa. Gas buang kendaraan bermotor dan industri tidak dengan segera lepas ke atmosfir.
Perlu pemikiran prioritas dalam hal pencemaran air dan udara yang dapat menimbulkan dampak kesehatan warga, dan juga dampak isu pemanasan global. Ruang Terbuka Hijau (RTH), hutan, taman persawahan perlu lebih memdapat perhatian untuk segera dibangun ditempat-tempat sumber pencemar.
Demikian pula dengan aspek pencemaran air oleh sebab limbah industri ataupun limbah penduduk yang langsung dibuang ke badan air atau bahkan ada yang dibuang ke dalam tanah. Konsep instalasi pengolah air limbah (IPAL) baik di rumah tangga ataupun industri perlu segera dicari jalan terobosannya agar timbul kesadaran dari seluruh warga, baik masyarakat biasa maupun perkotaan bahkan sampai dunia industri. Konsep “taman air limbah” atau “eko sanitasi” perlu dikembangkan untuk kawasan-kawasan yang aliran gravitasi kurang.

 Pengendalian Jumlah Penduduk
Penduduk Rancaekek telah bertambah, padahal luas Rancaekek. Alternatif perluasan sepertinya Rancaekek Wetan akan

ada pemekara Desa yang akan dimekarkan Bumi Rancaekek Kencana itu merupakan hal yang tidak mudah, diputuskan bahkan sudah dirumuskan dan dikaji sebagai daerah tertutup juga tidak mudah. Namun hal itu perlu pemikiran-pemikiran karena menurutnya akan  dikhawatirkan jumlah penduduk membengkak.
Perlu dihitung secara kuantitatif berapa daya dukung dan daya tampung Daerah Rancaekek yang sebenarnya. Dari angka tersebut kemudian diambil kebijaksanaan tentang kependudukan Daerah Rancaekek.

Pengendalian Pemanfaatan Ruang.
Tata Ruang adalah sebuah kebijakan yang mengarahkan suatu wilayah, bagian mana yang boleh dibangun, dan bagian mana yang tidak boleh dibangun karena fungsi-fungsinya yang bersifat yang harus dilindungi. Menurut UU No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, harus merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Harus disiapkan oleh pemerintah, bahkan harus disiapkan oleh warga atau privat. Kesemuanya itu adalah untuk keselamatan Daerah agar memenuhi azas keberlanjutan. Saat ini masih jauh di bawah yang terbatas dan penduduk yang sangat banyak merupakan kendala besar dalam rangka pengendalian tata ruang Daerah. Oleh sebab itu dalam  kurun waktu 2007-2013, hal ini harus dijadikan isu strategis dan prioritas. “Tegasnya” ****** Jes 26

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: