Awas ada Tilang Pesepeda Motor Waspadalah

Jika anda pengguna sepeda motor siap-siap untuk menerima denda yang menakutkan jika tidak mematuhi peraturan lalu lintas. daftar denda bagi pesepeda motor yang tidak mematuhi aturan lalu lintas : Memang sudah tercantum dalam UU Lalu Lintas. Tetapi kenyataanya dilapangan sudah banyak yang melanggar dan dilanggar oknum petugas dan pengguna kendaraan, apalagi kalau sudah harus sidang wah ternyata tidak ribet kalau sudah dipengadilan tapi anehnya lagi ternyata banyak petugas juga kok memanfaatkan untuk kesempatan, bahkan calo sepertinya juga orang dekat, besar dendanya begitu SIM dan STNK disitu tidak dicantumkan besar nominal dendanya. Apalagi begitu datang kepengadilan Kabupaten Bandung yaitu Bale Endah ternyata bukan sidang ternyata seperti kalau mau nonton Film dibioskop, kalau dibioskop Cuma lihat gambar film, tapi kalau di pengadilan lihat nomor tilang, kalau sudah tercantum baru ditulis nomor dan nama terus kita keloket pengambilan barang bukti, itupun masih tawar menawar, waktu itu pada hari jumat 10/2/12 ternyata banyak yang memanfaatkan kesempatan diruang pengambilan STNK atau SIM kan lucu, soalnya disurat tilang disebut terdakwa apakah ini yang disebut keadilan soalnya gimana sih yang harus datang kepengadilan ternyata bukan dilindungi atau memberikan nasehat kalau itu benar disidang. Inikah namanya pengadilan bukan keadilan. Contoh yang sudah dicantumkan peraturan pada dan UU Lalu lintas, jadi tidak ada bedanya seperti orang pinter dengan orang bodoh, kalau orang pinter membuat UU, orang bodoh hanya melihat, ternyata orang pinter itu bodoh juga ya, kenapa membuat UU kok dilanggar sendiri berarti bodoh juga kan, bakan lebih bodoh mungkin. Inilah peraturan yang dibuat :

Kalau tidak menyalakan lampu di siang hari, denda maksimal yang akan di kenakan sebesar Rp. 100 ribu tertera di pasal 293 ayat (2) jo pasal 107 ayat (2).

Pengendara sepeda motor tidak mengenakan Helm Standar Nasional Indonesia (SNI) denda maksimal Rp. 250 ribu pasal 291 ayat (1) Jo Pasal 106 ayat (8).

Pengendara sepeda motor membiarkan penumpangnya tidak menggunakan Helm denda maksimal Rp. 250 ribu pasal 291 ayat (2) Jo Pasal 106 ayat (8).

Pengendara sepeda motor mengangkut penumpang lebih dari satu orang tanpa kereta samping denda Maksimal Rp. 250 ribu Pasal 292 Jo Pasal 106 ayat (9).

Pengendara sepeda motor tidak memenuhi persyaratan teknis seperti kaca, spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk jalan, , alat pengukur kecepatan, knalpot dan kedalaman alur ban itu ternyata dalam UU untuk denda maksimal Rp.250 ribu Pasal 285 ayat (1) Jo Pasal 106 ayat (3) dan Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3)

Berdasarkan Pasal 267 ayat (3) dan ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan terhadap pelanggar yang tidak hadir di sidang pengadilan, maka denda yang dititipkan ke bank adalah sebesar jumlah denda maksimal untuk setiap pelanggaran. Itupun harus dicantumkan besar kecilnya pelanggaran, kenyataanya ga dicantukan.

Ada beberapa informasi penting seputar tilang menilang ini. Bukan info baru, tapi setidaknya melengkapi saja, siapa tahu orang itu lupa atau belum tahu sama sekali. Berikut Tipsnya :
Apabila ditilang, jangan pernah mau menerima SLIP TILANG berwarna MERAH, karena itu akan berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, dan kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

Mintalah SLIP BIRU yang berarti kita memang mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Jangankan SLIP BIRU disitu sendiri yang memberikan SLIP MERAH berarti Polisinya yang Blooon, udah tau di UU kalau yang melanggar itu mengakui kesalahannya malah diberi SLIP MERAH, jadi polisi banyak juga yang melanggar.

Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. Itu sepertinya teori Pak? selama ini tidak ada yang dititipkan ke Polsek setempat. Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA. Tapi harus jelas kalau tilang STNK dan SIM cantumkan, terus ada sidang ada pengarahan dari pihak yang berwajib, karena saya mengalami waktu ditilang STNK disitu tertera tgl 10 Feb 2012 harus kebale endah ternyata nama yang ditilang ga ada katanya kalau ga ada harus Tanya ke POLRES itu apakah ga melanggar aturan maupun UU, soalnya kalau sudah tertera di SLIP tilang tgl dan jam mohon segera direalisasikan supaya masyarakat tidak kecewa. Jadi kami dari FKPPI, mohon dengan jelas jangan tawar menawar soalnya waktu itu ada yang mau mengambil STNK kata petugas istirahat dulu, bahkan kalau jumat sudah tutup padahal waktu itu jumat masih lama, anaehnya lagi petugas dengan lantang mengucapkan kata kata kalau enampuluh ribu mau ga, dari pada bolak balik itupun akhirnya mau, soalnya sesuai perturan seingat kami kalau PNS kan pulangnya jam 16.00, itupun baru jam 10.30 kok sudah mau tutup, kata petugas pengambilan STNK dan SIM, karena apa kami juga PNS, tolong Pak Polisi atau pak Hakim terutama mengenai tilang menilang sesuai aturan dan UU, soalnya kami sangat setuju kalau betul masuk ke KAS NEGARA. Jadi mohon UU Lalu Lintas khususnya dan pada umunya disosialisasikan pada masyarakat, bukan dituangkan pada Internet atau dipampang dikantor polisi saja. Tapi kami salut waktu menanyakan tentang STNK kami di POLRES Kab Bandung, karena di Bale Endah ga ada sedangkan tilang sesuai hari dan tanggal tercamtum, begitu kami menanyakan kepada salah satu anggota POLRES dengan sopan melayaninya namanya Pak IRIN, itulah kami sangat bangga kalau ada petugas seperti itu. Kami dari Pengurus FKPPI Rancaekek.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: