Pendidikan dan Reformasi di Indonesia

Ketua GM FKPPI Rayon 10.08.16 Rancaekek Kab Bandung Jabar

Mengulas Pemerataan

Ada satu hal yg dilupakan dari pengamat politik, dulu Reformasi menolak presiden dari TNI, harapan menjadi pemimpin negara dapat membawa Indonesia ke arah yg lebih baik, bahkan korban reformasi sudah berjatuhan,tetapi ahkirnya rakyat kembali memilih Jendral menjadi Presiden, siapa yg disalahkan dalam hal ini. Presiden dari TNI pun tumpul diplomasinya maaf  dalam menjaga kedaulatan negara, cerita negeri ini memang benar benar adanya. Nampaknya rakyat indonesia seperti ini adanya. Diplomat Indonesia— berkualifikasi rendah — cengeng dan tak memiliki semangat nasionalisme dan spirit merah putih…. sudah sepatutnya dibawa ke barak merah putih supaya darahnya merah putih – Masa dikencingi malaysia diam saja, malah diacc terus…… MALU Negara saya punya Pemimpin dan diplomat kelas apa tuh

KH Agus Salim jaman dulu  dan Pak Muchtar Koesoemaatmadja.. dan pemimpin yang dulu berani dan tidak takut, tapi karena Cuma yang dibicarakan hanya berdebat itu saja bisanya, Selama uang haram menjadi santapan jasmani dan rohani nya, manusia nggak mungkin berpikiran bijak. Karena kejahatan akan melahirkan kejahatan baru. Karena setiap perbuatan akan memberikan wajah dan warna. Wajah kita sekarang sudah sangat kotor dengan menelantarkan rakyat yg semakin tertinggal dari haknya. Mengenai pendidikan tidak ada toleransinya kepada yang mempunyai hak, Selama praktek tsb masih diteruskan tak akan ada kebaikan yang bersahaja dari orang tersebut walaupun titel, penghargaan dan semacamnya berderet dibelakang nama mereka. Tinggal mencari title yang belakangnya adalah (Alm). Tapi kalau hanya korupsi yang diutamakan maka akan sengsara di akirat nanti itu pasti. “Apabila masalah pendidikan dan orang miskin tidak ada penyelesaian dan kebijakan dari pemerintah apa jadinya bangsa kita dan negara kita kebelakang?. Karena banyak anak yang putus sekolah karena tidak mampu dalam segi ekonomi tapi sepertinya pemerintah atau daerah hanya melihat sebelah mata, tapi anehnya lagi kalau pendidikan yang ditayangkan di media masa sepertinya yang bagus bagus, tapi kenyataanya masih banyak anak yang putus sekolah akhirnya memilih jalan

pintas mengamen, mengemis, bahkan membunuh, dan memperkosa, sebetulnya itu hanya factor mencari kebenaran. Coba kalau dalam dunia pendidikan ada yang menangani serius seperti Negara tetangga yang ga mampu tetap ditanggung pemerintah, tapi di negeri kita apa boleh buat harus dikeluarkan itu membuat orang stres. Karena tidak ada kebijakan sama sekali dan kalau bisa wakil rakyat yang harus berpikir jernih tentang pendidikan. Kalau tidak ditangani secara serius sejak dini oleh pemerintah pusat dan daerah, maka konflik horizontal yang mengarah pada perang saudara, tinggal menunggu waktu saja,” Tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: