Mengenang Th 2010

Tidak ingin terjadi Lagi, tampak beberapa Di tengah massa yang ”sesak dada”-nya itu karena sudah 18 tahun merasa dilecehkan oleh umat Kristiani laskar yang mengenakan atribut Gerakan Reformasi Islam (Garis), Front Pembela Islam (FPI), Satgas Gerakan Anti Pemurta dan (GAP) Forum Ulama Umat Islam (FUUI), jemaah Persatuan Islam (Persis), aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan puluhan ormas kepemudaan serta ibu-ibu majelis taklim, tukang becak, tukang ojek, sampai tukang sampah.
Aksi yang start dari Masjid Al Jihad, Blok VI ini, berakhir pada sore hari menjelang sholat Ashar. Muspika Rancaekek bersama Kesbang Polinmas/Satpol PP Kab. Bandung pun, alhamdulillaah, berhasil menyegel beberapa gereja

 

 

ilegal setelah ”adu otot” dan didesak masyarakat peserta Aksi Damai. Beberapa gereja ilegal lainnya, ada yang  terpaksa mengaku akan  menutupnya sendiri dengan jaminan kesediaan mengisi pernyataan sikap yang bersegel meterai. Selain itu, ada pula gereja ilegal yang ketika didatangi massa, ternyata pengurus gerejanya kabur sehingga hingga kini belum jelas statusnya. Meski begitu, Muspika Rancaekek bersama Kesbang. Polinmas/Satpol PP Kab. Bandung berjanji di depan massa akan secepatnya menyegel seluruh gereja ilegal di Perumnas BRK.
Aksi yang berlangsung damai, tertib, dan aman itu pun diakhiri dengan sholat berjemaah di masjid Al Jihad, dan para pimpinan ormas seperti Ustadz Suryana Nurfatah (Garis Jabar), Ustadz Abdul Hadi (DAP FUUI), Ustadz Evi (FPI), Ustadz Ir. Ellan Jaelani, dan Ustadz Drs. Abo Sofyan, M. Hum (Forum Silaturahmi Ulama Cendekiawan Muslim (FSUCM) Perumnas BRK), Ustadz Yudi (Jemaah Persis), Ustadz Zamzam (PKS

 

 

Rancaekek), Dr. H. Engkos Kosasih, Lc (DKM Al Jihad), Tajes (OKP Rancaekek), dan para tokoh Islam beserta perwakilan ormas kepemudaan, saling berangkulan dan bersalaman dengan diiringi terikan takbir, Allahu Akbar!  Mereka sepakat akan terus “melawan” para pelanggar hukum bilamana terjadi lagi di kawasan Rancekek khususnya, dan Jabar umumnya.

 

 

 

Apalagi ada rencana pemekaran desa untuk itu dari sekarang masyarakat juga harus menjaga lingkungan agar kondusif disegala bidang terutama keamanan kenyamanan, dan harus bisa mefasilitasi masyarakat kurang mampu dalam bidang pendidikan yang harus diutamakan, dan lingkungan harus dalam keadaan aman, karena apa? Masyarakat kencana adalah masyarakat urban keluar masuknya sepertinya dianggap biasa. Hayo kita jaga bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: